Jumat, 15 April 2016

PERADABAN SUKU AZTEK


Suku Aztek adalah suku dari perdaban Amerika kuno terakhir yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Suku yang menetap di Tenochtitlan, Meksiko Tengah ini terkenal karena memiliki peradaban yang tinggi terutama di bidang seni bangunan (arsitektur).

Suku Aztek pada awalnya adalah suku nomaden yang hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan. Konon, suatu ketika mereka mendapat petunjuk dari dewa tertinggi mereka untuk mencari daerah agar mereka bisa hidup menetap. Di mana, di daerah tersebut terdapat fenomena seekor elang sengan memakan ular di atas pohon kaktus.

Pada abad ke-12 Suku Aztek mulai mengembara, mencari daerah tersebut. Sampai pada tahun 1298 mereka menemukannya dan memutuskan untuk hidup menetap di sana. Namun ternyata daerah tersebut sudah terlebih dahulu didiami suku Toltek. Suku Aztek belajar dari Suku Toltek. Mereka mengadopsi budaya Toltek, membentuk aliansi untuk melakukan ekspansi, menaklukkan seluruh daratan Meksiko.

Kekuasaan suku Aztec berpusat di sebuah pulau di tengah Danau Texcoco bernama Tenochtitlan, Meksiko Tengah (sekarang Mexico City). Daerahnya merupakan daerah lembah beriklim tropis yang dikelilingi oleh bukit-bukit di sekitarnya. Kehidupan mereka sebagai bangsa pengembara berakhir dan masyarakatnya mulai tertata ketika bangsa Aztek berhasil mengembangkan tradisi pertanian dengan mengubah rawa-rawa menjadi ladang subur yang kemudian mereka sebut dengan cinampa.

Pemerintahan Bangsa Aztek berbentuk imeperium yang bersifat sentralistik. Kaisar adalah pemegang kekuasaan di pemerintah pusat yang menjalankan pemerintahan dengan mengendalikan raja-raja dan gubernur di daerah-daerah yang secara rutin mengirimkan upeti atau pajak kepada pemerintah pusat. Masyarakatnya teratur, karena saat itu mereka sudah mengenal pengadilan. 

Kaisar Aztek yang terkenal adalah Moctezuma Xocoyoti atau Kwik Tlatoani atau yang biasa disebut Montezuma II. Ia merupakan Kaisar Aztek yang terkenal kejam karena memperlakukan tawanannya sebagai korban pembangunan kuil. Ia gemar berkampanye di hadapan angkatan militernya untuk menunjukkan kekuasaannya. Para sejarawan menganggap Montezuma II lebih memiliki lambang-lambang kebesaran dibandingkan dengan raja-raja Eropa pada periode yang sama. 

Adapun pergantian kaisar tidak dilakukan menurut hierarld atau keturunan, melainkan berdasarkan pemilihan. Meskipun anak tertua menjadi prioritas untuk dipilih, aspek ketrampilan dan kecakapan lebih diutamakan sebagai aspek dasar pemilihan kaisar. Sementara itu untuk menjaga otoritas pemerintah pusat dan memperluas wilayah kekuasaan, dibentuklah kekuatan militer yang tangguh. Kekuasaan Aztek pun meluas ke utara sampai ke Teluk Meksiko, ke timur sampai Lerma, ke selatan sampai Samudera Pasifik, dan ke barat sampai San Lorenzo, Argentina.

STRATIFIKASI SOSIAL BANGSA AZTEK
Pada awal migrasi ke Meksiko, Bangsa Aztek belum mengenal pelapisan sosial, karena semua masyarakatnya tergolong orang miskin. Tidak diketahui dengan pasti latar belakang timbulnya stratifikasi sosial ini. Menurut lagenda Aztek, masyarakat dibagi ke dalam beberapa golongan. Golongan pertama adalah keluarga raja dengan puncak pimpinan adalah kaisar. Kaisar dibantu oleh golongan bangsawan atau pejabat kekaisaran yang bertindak seperti golongan feodal Eropa pada zaman pertengahan. Para bangsawan disebut techutli

Dibawah golongan bangsawan adalah golongan para tentara atau prajurit. Golongan ini mendapatkan kedudukan istimewa dalam negara karena merekalah yang mampu menangkap tawanan untuk dijadikan budak maupun kurban pada upacara pengorbanan untuk para dewa. Status seorang prajurit akan naik jika mendapatkan lebih banyak tawanan. Tetapi apabila mereka gagal melakukan tugas mereka akan dijadikan buruh atau bahkan dijadikan korban untuk dewa. Namun, sesuai dengan catatan bangsa Spanyol, masyarakat Aztek dibentuk untuk menjadi prajurit sehingga mereka memuliakan peperangan dan banyak dari mereka lebih memilih mati dalam peperangan atau menjadi tawanan yang dikurbankan kepada para dewa.

Kelas dibawah prajurit adalah warga biasa yang disebut maceuatli atau golongan pekerja, seperti petani, tentara rendahan, serta buruh pembangun kuil, jalan, jembatan, dll. Dibawah mereka adalah golongan pekerja yang tidak memiliki tanah atau disebut thalmaitl. Golongan ini memiliki hak kewarganegaraan dan lebih tinggi dari budak. 

Golongan paling bawah adalah budak atau disebut tlatocotin. Beberapa orang menjadi budak sebagai hukuman atas suatu kejahatan, namun kebanyakan dari mereka menjual diri demi mendapatkan uang untuk keluarga mereka atau membebaskan diri dari utang. Golongan ini memiliki hak-hak tertentu yang berbeda dengan golongan budak di Eropa. Mereka diperbolehkan menyembah dewa dan memiliki tanah atas kemampuan sendiri. Tidak jarang para budak seringkali memegang posisi-posisi kekuasaan, bahkan mereka bisa memilki budak sendiri. Adapun kelompok paling penting bagi masyarakat Aztek adalah kelompok tabib atau penyembuh.

KEGIATAN EKONOMI BANGSA AZTEK
Pada 400 M, Teotihuacan merupakan kota yang melingkupi wilayah seluas 21 km². Penemuan artefak, batu-batu permata, dan logam mulia menunjukan bahwa kota itu dulunya merupakan pusat perdagangan. Sebuah akuaduk memasok kota itu dengan air segar, sementara banyak perahu membawa makanan dan barang-barang lainnya dari pantai ke pasar-pasar yang ramai. Bahkan bangsa Spanyol yang telah melihat kota-kota besar seperti Roma di Italia mengakui bahwa mereka tak pernah menjumpai kota seperti Tenochtitlan. 

Golongan khusus pedagang, disebut pochteca, berdagang dengan daerah yang mereka sebut Daratan Panas. Mereka melakukan perjalanan dengan karavan ke selatan ke tempat yang kini adalah Panama. Mereka bisa menempuh perjalanan selama bertahun-tahun untuk sampai ke sana. Biasanya, para pedagang membawa pulang batu Giok hijau, tempurung kura-kura dan makhluk laut lain, kulit jaguar, serta bulu-bulu burung yang berkilauan, barang-barang mewah bagi penguasa imperium. 

Bangsa Aztek juga memperdagangangkan tekstil tenun di pasar untuk mendapatkan barang-barang seperti garam dan tembikar yang dilukis. Barang-barang semacam itu terkadang diimpor melewati jarak yang cukup jauh. Garam berasal dari Lembah Meksiko, misalnya, dan perunggu dari Meksiko barat. Benda penting lain dalam perdagangan adalah kertas. Kertas digunakan untuk menghasilakan kodeks Aztek. Mereka juga telah mampu memproduksi keramik serta perhiasan dari emas dan perak untuk diperdagangkan. Mereka menggunakan kacang-kacangan dan bilah kapak perunggu sebagai alat pembayaran. Para petani Aztek mampu menghasilkan tanaman pangan dan barang-barang lain yang tak hanya cukup untuk membayar upeti, tetapi juga untuk kepentingan mereka sendiri. 

Bangsa Aztek membangun istana-istana dan kuil-kuil yang megah sebagai tempat pemujaan. Mereka mendirikan sebuah kuil yang besar pada tahun 1320 di Tenochtitlan yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan tempat suci. Mereka dikenal sebagai penganut politheis. Mereka memuja Dewa Huitzilopochtli yang merupakan dewa matahari dan dewa perang yang diyakini membawa kemenangan bagi masyarakat Aztek, Dewa Tlatecuhtli yang berarti dewa utama bangsa Aztek, kemudian patung Coacticlue yang berarti dewi utama bagi bangsa Aztek, dewa hujan, dll. 

Jaguar dan elang adalah hewan yang penting bagi bangsa Aztek. Mereka menganggap jaguar sebagai pemburu terhebat di darat dan elang sebagai pemburu terhebat di udara. Para prajurit terbaik dalam militer Aztek masuk komunitas khusus bernama Ksatria Elang dan Ksatria Jauguar.

Dalam kepercayaan yang dianutnya, bangsa Aztek memiliki keyakinan bahwa mereka hidup di zaman matahari kelima, di mana suatu saat nanti zaman ini akan berakhir. Agar zaman akhir ini tertunda, mereka merasa perlu membuat upacara kurban untuk menyenangkan hati para dewa tersebut. Dewa tertinggi yang mereka sembah adalah Dewa Huitzilopochtli. Bentuk kurban yang mereka anggap dapat menyenangkan dewa adalah darah manusia dan jantung manusia yang masih hidup. Keyakinan seperti inilah yang mendorong bangsa Aztek menjadi bangsa yang suka berperang. Karena tujuan mereka berperang bukan hanya untuk memperluas wilayah kekuasaan namun juga untuk mendapatkan tawanan yang cukup yang dapat dijadikan kurban untuk dipersembakan kepada dewa mereka. Mereka yakin bahwa pengorbanan manusia merupakan tugas suci dan wajib dilakukan agar sang dewa tetap memberikan kemakmuran bagi mereka. Jika mereka tidak bisa melanjutkan upacara ini, bangsa Aztek percaya Imperium mereka akan runtuh. 

Upacara pengorbanan ini dilakukan di puncak piramida. Pada awalnya tawanan dibaringkan di atas sebuah batu (altar), sementara para pemimpin ritual memegangi lengan dan kaki mereka. Kemudian pemimpin ritual yang lain melubangi dada korban dan menarik keluar jantungnya dengan sangat cepat sehingga jantungnya masih berdetak. Tubuh korban kemudian digulingkan dari atas piramida sampai ke dasar. 

RUNTUHNYA PERADABAN AZTEK
Beberapa tahun setelah Columbus, pada tahun 1506, pelaut Spanyol Hernando Cortez sampai di Meksiko. Mereka tidak berniat untuk berdagang. Mereka adalah conquistador dan mereka datang untuk menguasai itu. Sejak itu, Hernan Cortez mulai melakukan berbagai ekspedisi untuk mencari emas, namun hasilnya tidak pernah memuaskan. 

Pada 1519, Ia menjelajah ke daerah baru. Dalam perjalanan itu, ia membawa 600 tentara bersenjata lengkap, pasukan berkuda, dan juga meriam. Setelah beberapa hari perjalanan ia menemukan sebuah peradaban yang sangat menakjubkan dan belum pernah dilihat orang-orang Eropa lainnya. Aztek adalah peradaban paling maju di benua Amerika saat itu. Ibu kotanya merupakan tempat hidup sekitar seratus ribu penduduk yang bahkan lebih banyak dari kota terbesar di Spanyol. Bangsa Spanyol tercengang oleh bangunan-bangunan besar yang berdiri di atas air, yang seakan-akan dibangkitkan oleh sihir.

Tidak hanya maju, bangsa Aztek juga kaya raya. mereka mempunyai timbunan emas, perak, dan bermacam perhiasan yang melimpah ruah. Harta inilah yang dicari Cortez. Cortez melihat mereka tidak mempunyai senjata yang cukup maju, kuda, atau baju-baju besi milik pasukan Spanyol. Baginya, pasukan Aztek hanyalah pasukan primitif yang mudah ditundukkan. 

Pasukan Cortez sudah diperingatkan oleh masyarakat Aztek untuk pergi dari sana, namun mereka justru bergerak cepat masuk ke pusat kota. Namun Montezuma menerima mereka dengan tangan terbuka karena ia mengira Cortez adalah salah satu dewa Suku Aztek yang terdapat dalam ramalan. Orang-orang Spanyol yang licik itu kemudian membuat strategi. Mereka menyandera Montezuma kemudian membunuhnya. Orang-orang Aztek yang marah kemudian berusaha membunuh paskukan Cortez, tetapi mereka berhasil melarikan diri. 

Pada 1521 pasukan Spanyol kembali dan menghancur-leburkan peradaban ini. Sebagian besar penduduknya dihabisi dengan senapan, meriam, pedang panjang, crossbow, dan sisanya dijadikan budak-budak. Seluruh harta Aztek berupa emas dan perhiasan dijarah dan diangkut ke Spanyol. Ratusan ribu orang pribumi kemudian juga tewas oleh wabah (penyakit menular) yang dibawa orang-orang Eropa yang disebut smallpox. Kurang dari satu tahun, Peradaban Aztec akhirnya hancur dan musnah. Meksiko yang kaya akan emas sejak itu dikuasai penuh orang-orang Spanyol. Mereka kemudian mengubah Tenochtitlan menjadi peradaban baru yang sekarang bernama Mexico City dengan Cortez sebagai gubernurnya. 

Ini dia slides nya:

8 komentar:

  1. sayangnya peradaban itu musnah...


    salam
    ELMU
    http://www.elmu.web.id
    Berbagi cara mendapatkan penghasilan online

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap. coba aja masih bisa kita liat sampe sekarang ^-^ terimakasih Bang EL sudah berkunjung ke blog ini!

      Hapus
  2. comelnya blog ni!
    semua gambar edit sendiri ke?

    BalasHapus
  3. Hai Kak! Salam kenal:)) Btw, aku penggemar setia template-template slides kakak yang super duper adorable dan aku tertarik banget untuk belajar gimana cara ngebuat template seperti itu dari kakak. Looking forward for your reply kak! xoxo❤

    BalasHapus