Selasa, 26 Juni 2012

SI KECIL YANG TAK PERNAH MENJADI BESAR

Suatu siang di hari Minggu. Aku sedang bersepeda keliling kompleks. Di tengah jalan aku melihat seekor kucing kecil sedang berjalan tertatih-tatih menuju ke sebuah tong sampah. Kucing kecil itu sangat kumuh. Bulunya berwarna cokelat muda dan putih. Ekornya panjang kecokelatan. Matanya berwarna kuning keemasan. Dia mengingatkanku pada Kecil, kucingku.

Senin, 25 Juni 2012

AKU, DOKTER HEWAN, DAN RUMAH PENAMPUNGAN


Kalau besar nanti aku mau jadi apa, ya? Jadi … presiden! Ah, terlalu sibuk. Jadi … pelukis professional! Mmhhh … kok sepertinya terlalu santai, ya? Terus … jadi apa, dong? Barangkali … jadi dokter! Hmmm … cocok nggak, ya? Tapi dokter apa? Masa dokter hewan, sih? Tapi kalau dipikir-pikir, aku kan suka binatang. Asyik kali, ya, jadi dokter hewan? Okey deh, aku mau jadi dokter hewan aja!

Minggu, 24 Juni 2012

MR. WIDI

Teeettt.... teeett... teeett.... Bel sekolah berbunyi tiga kali tepat pukul 15.00 WIB. Itu artinya, pelajaran hari ini segera usai. Aku bergegas mengemas buku-bukuku. Sore ini aku yang bertugas memimpin doa.

“Tepuk B tiga P!” seru salah satu temanku.

PELANGI INDONESIA

 

Semasa hidupku aku menjumpai banyak perbedaan. Perbedaan yang pertama, aku temui saat aku masih berusia lima tahun. Waktu itu aku dan keluargaku tinggal di sebuah perumahan yang mayoritas penghuninya adalah penganut faham tertentu. Di sana aku memiliki seorang teman yang seumuran denganku. Aku pernah bertanya kepadanya yang kebetulan lewat di depan rumahku, mengapa gambar barbie yang ada di tasnya dicoret-coret. Ia memang membawa tas ransel berwarna pink bergambar barbie yang matanya di coret-coret dengan tinta bolpen. Ia pun menjawab bahwa itu bukan Barbie, tetapi itu gambar syaitan. Kata ibunya, ia tidak boleh menggambar gambaran seperti itu. Kemudian aku menanyakannya pada mama. Dan mama bilang, bahwa kita harus menghargai perbedaan. Setelah aku mendapatkan jawaban dari mama, aku kembali bermain bersamanya.

PESAN WALI KELAS 6A


Masih ingatkah engkau?
Enam tahun yang lalu
Kaki kecilmu melangkah  dengan percaya diri
Memasuki gerbang sekolah SD Ta'mirul Islam

Dengan wajah yang ceria
Dengan hati yang bahagia
Kau masuki kelas barumu
Dalam hati, kau berkata
"Di sinilah aku menuntut ilmu"